Sabtu, 11 Juni 2011

soundrenaline 2008

Sundrenaline 2008 “free your voice”
“Want gets the best but get the bad”
Jogja 8-8-2008 --- 11-8-2008

“cuk soundrenaline nang jogja onok skid row, ayo ndelok, lek gak ndelok mati ae wes”, pesan singkat yang meprovokasi, saat itu seorang teman (nuran namanya) yang sedang dalam perlalanan backpackingnya ke sujumah tempat di Indonesia mengebari tentang adanya sebuah konser, fesvifal music terbesar di Indonesia, ternyata tidak hanya saya yang mendapat sms provokasi itu tapi dua teman saja juga ketiban sms provokasi itu, Alfien dan taufik. Ajakan itu membakar semangat saya dan alfin yang seakan tidak menkmati konser skidrow part 1 di rampal malang,
***
Waktu itu tepat liburan panjang semesteran kita semua pada sibuk dengan urusan masing-masing, nuran dengan hasrat bcpackingnya menyusuri Indonesia, taufik dengan Sp-nya dan alfin jelas pulang kampong, karena dia tidak kenal dengan yang namanya SP, dan aku waktu itu berpikir pergi kebali lagi karena masih belum menganggap SP itu penting,
Ketika semua menunggu kuliah masuk lagi dengan aktivitasnya masing-masing tiba tiba nuran sms “cuk soundrenaline nang jogja onok skid row, ayo ndelok, lek gak ndelok mati ae wes”, sms itu memprovokasi, menohook, aku sedikit bimbang untuk berangkat karena venue-nya di jogja, bukan tanpa alasan, kalo venuenya di bali aku masih bisa makan tidur gratis, plus uang jajan, plus onkos pulang, tapi kalo dijogja siapa yang mau mengasihiku seperti itu, jual diri aja gak laku mungkin, :),
Setelah menyembah dan merengek-rengek kepada sang ibu akhirnya dengan sangat iba ibu member izin untuk berangkat plus akomodasi, akhirnya aku berkordinasi dengan taupik dan alfin, dan deal-lah kita ke jogja dengan satu tujuan melihat kembali sang idola, Skid Row….
Mulai dengan penghitungan bugjet yang harus dibawa, dan saya waktu itu hanya membawa uang 200 ribu dengan rician
Kereta ekonomi logawa PP          : 2 X 33,000 = 66,000
Makan 2hari X 3                                : 6 X 5,000  = 30,000
Tiket konser                                       :  25,000
Total                                                      : 121,000

Financial oke karna masih banyak sisa dari 200 ribu, apa lagi yang perlu dibawa?
Apa?
Lyrics dari band pujaan yang gak boleh lupa, trauma dengan konser skidrow part2 di rampal, kami mulai mengumpulkan sejumlah lyrics dari skid row, dan siap untukberangkat,
Kamis, 7 agustus 2008
Hey ran apa kabarmu di pulau borneo? Nuran sebagai sang provokator tunggal beramkatnya kita ke jogja demi skidrow masih sedang berada di Kalimantan untuk backpaking, karena signal di sana sedikit minus akhirnya smsan sedikit terganggu tapi dia menjanjikan akan bergabung dengan kita di surabanya untuk mengejar  sang idola,
Jumat, 8 agustus 2008
Akhirnya hari keberangkatan pun tiba, setelah meminta restu kepada sang ibu plus akomodasinya akhinya saya berpamitan dan meminta doa supaya selamat sampai rumah lagi, (amiiiiin), bapak yang mengantar ke stasiun jam 4 pagi, setelah sampai saya juga berpamitan kepada bapak tapi tidak minta sangu karena takut, hehehehehe,
4.15 pagi taupik datang diantar teman satu kostnya, tapi a;fin tak kunjung muncul, ya memang alpin tidak akan muncul di stasiun jember karena dia sudah menunggu di stasiun kampong halamanya, Probolinggo..
Tuuuuuuutt….
Tuuuuuuuttt….
Kerena berangkat jam 4.45 biasa, kebudayaan telat tidak bisa dirubah begitu saja, dalam kereta sudah penuh tapi belum sesak, saya dan taupik masih mendapat tempat duduk yang “nyaman” di kereta api ekonomi ber namalogawa itu,  dan setelah beberapa saat kita tertidur pulas karena emang bagi kita jam segitu masih jam khusuk untuk menjelajai alam mimpi,
***
Akhirnya alfin bergabung di stasiun probolinggo, dan 12 jam kita harus berada di atas kereta banyak kejadian selama 12jam di kereta kalo dicritakan detailnya bisa bikin novel nanti, tapi yang jelas diatas aktivitas hanya, ngobrol, beli jajan, tidur, ngorol lagi, beli pecel(lagi), sms nuran, tidur, ngobrol lagi, ngapalin lyrics skidrow, tidur lagi, jajan lagi, sms nuran lagi, ngorok lagi, dengerin skidrow lagi, begitulah selama hamper 12 jam….
Tapi saat kereta baru lepas dari daerah Surabaya ada kabar yang tidak mengenakkan, “rek aku ndak iso melu nang jogja aku ndak nemu pesawat,” whaaaaat?, seketika itu saya menelfon nuran dan mengumpatnya habis-habisan, semua sumpah serapah mengarah pada nuran, tapi tak apalah show must go on, begitu kata orang tua, kita hanya ber3 bukan ber4, dan itu menjadi ke-apes-an part 1, buar kita…..
Tuuuuuuuuuuuuuuutttttttttt….
Tuuuuuuuuuuuuuuutttttttttt….
Kita tiba di stasiun lempunyangan sekitar tepat setengah 5 waktu jogja, dan kita harus berpisah lagi, saya dijemput teman sma saya begitu juga taupik dan alpin, mereka dijemput teman sma si taupik, jadilah kita kita berpisah…..
“Bud, kesok ketemu nang uny yo….” Sms dari taupik
***
10-8-2008
Dengan diantar Jodi, aku ke kampus uny untuk menemui taupik dan alpin untuk siap menghabiskan tenaga dan suara demi skidrow, Jodi tidak iukt nonton konser itu akhirnya aku pun nunut ke salh satu teman taupik, dan jam 10 kita berangkat ke peace park prambanan tempat skidrow direncanakan mengguncang Indonesia lagi,,,,
Dan sampailah kita di prambanan setelah mendapat tempat parker yang enak dan sedikit mengabadikan moment sejenak, akhirnya kami pun masuk dengan sangat semangat, dan ketika sudah di entry gate, terpampang sebuah  perberitahuan”
Artis yang batah hadir:
Skid Row
Coklat

Setelah membaca itu pemberitahuan itu, tiba-tiba seperti kena petir saat panas terik, atau dipikul K.O oleh muhamad ali, lemes seperti gak punya tulang, marah kecewa, tentu saja kecewa karena pemberitahuan tidak di berikan pada jauh-jauh hari, pemberitahuan diberikan pas 5 menit sebelum acara, mengumpat penyelenggara yang sepertinya gak propesional, mengunpat si nuran, semuanya kami umpat pokoknya, saya dan alpin sudah kalah sebelum siap mau perang, lesu, gak semangat dan saya pun sms kepada nuran  “ jancuuuuuuuuk, skid row gak sido maen, asuuuu, jancoook”

Tapi nasi sudah jadi bubur, jdi tinggal tambahin kecap ikan dikit, kecap asin, suwiran ayam, kacang, potongan cakwe, krupuk, jadilah bubur ayanm mang atang dan siap disantap…

Saya dan alpin tetap mencoba menikmati event itu, dengan mencoba both2 game yang banyak di sediakan, tapi mood sudah rusak, jadilah even itu saya gelari “ the worst soundrenaline event”, banyak alasan kenapa harus digelari demikian yang jelas dan pasti adalah batalnya skid row hadir tanpa pemberitahuaan jauh2 hari, dan event ini sedikit semrawut, karena dari entry gate penonton tidak diarahkan dan map yang ada di guide book bukan spesifik untuk jogja melainkan map umun penyelenggaraan untuk setiap kotanya, jadilah kita seperti ayam kehilangan emaknya, gak jelas tanpa arah,

Okelah yang berlalu biarlah berlalu kayak badai saya dan alpin pun mencoba menikmati konser jancuuk itu, melihat buku panduan ada 4 stage yang disediakan ini berbeda dengan kota lainnya yang hanya 3 stage, dan akhirnya kami memilih berkonsentrasi dengan a mild stage dan simpati stage, sesuai jadwal di 2 panggung inilah ada band2 besar negri ini, seperti naïf, gigi, dewa, java jive,“skidrow”, dan 3 diva, yang paling bikin resah, di run down acara tidak ada foot note seperti edisi sebelumnya yang bertulisan, “jadwal dapat berubah sewaktu-waktu”, hahahahahahaha

Jadilah kita menikmati konsen jancuki ini, setelah terpukau dengan suara 3 diva yang emang beneran sangat merdu sang MC kemudian memanggil sherina, “please welcome, sherinaaaaaa,” setelah 3 lagu sebelum menyanyikan lagu terakhir sherina mempersembahkan lagunya “lagu ini buat fredi nuril yang sebentar lagi akan tampil”, pin garasi pin, nang kene ae ojo pindah” (pindah di a mild stage), pintaku kepada alpin, dan alpin pun mengganggukinya,

Setelah serina out,  club eighties menghibur di stage seberang dan kita bertahan di simpati stage menunggui garasi muncul, waktu itu kita berada di barisan terdepan, paling depan dan sangat depan, kita berada pas di pemisah antara panggung dan penonton, ketika  club eighties belum selesai, tiba tiba segerombolah, mungkin ratusan anak abg, atau mungkin ababil, tapi enggak juga ada bapak setengah baya merangsek untuk maju kedepan panggung dengan memakai kaos yang seragam bertuliskan D’masiv, what? Bukankan penampil berikutnya itu garasi? Gumam saya, mungkin juga alfien, mereka merangsek dengan membawa bendera dan ternyata dibagikan secara gratis tanpa meminta pun saya dan alfin juga diberi berdera itu oleh yang saya kira itu korlapnya. Kita sih ambil aja, tapi kemudian alpin dengan muka innocent khas probolinggonya bertanya kepada sang korlap yang membawa plastic berisikan kaos masiver sama dengan tulisan bendera tadi,

Mas kaosnya gratisan juga? Pinta alpin
Waduh mas kalo kaosnya beli ini, mau beli ta? Gratis jadi membernya masiver nanti, sahut sang korlap.
Hahahahahahaha, raimu pancen cocok dadi masiver pin, olok saya,

Oke lupakan kebodohan itu, dan beberapa saat kemudian dua orang mc muncul diatas panggun tepat diatas kami, pin garasi maen, imbuh saya sambil berdiri dan menghadap panggung sambil memeluk pagar pembatas yang mirip trail besi penjara, setelah berbasa basi sang mc kemudian memanggil ,, “please welcome, D’ maaaaaaaaaasive,” saya dan alpin seketika mengumpat “jancoooooook, kok duduk garasi asuuuuu” tapi umpatan kita tenyata tidak terdengar oleh riuhnya ratusan abg yang meng-elu-elu-kan band plagiat itu, saya mencoba berbalik arah untuk mencoba keluar dari neraka dunia itu, dan  ternyata tidak bisa, ratusan masiver mengepung kita, kita terdesak, dan telinga pun sampai merasa budge mendengar teriakan, “rian I lope uuuuuuu”, suara itu tidak muncul sekali, mungkin juga ribuan kali, apa boleh buat akhirnya saya dan alpin pun mau tidak mau ikut mengibas-ngibaskan bendera masiver tadi, dan kita mengumpat lagi,

Jancok serina iku…
Jancuk a mild iku….
Nuran pisan jancooook…

Setelah d masiv kelar kita langsung keluar dari neraka itu, dan merasa lega bisa bebas dari sana, lega seperti awak kapal sinar kudus yang bebar dari perompak Somalia, Alhamdulillah…

Akhirnya kami pun menyerah, tidak bisa lagi menikmati konser itu, saya dan alpin hanya duduk-duduk di tanah yang lapang sambil melihat kelakuan taupik yang waktu itu berburu merchandise dari band ASAP, atau melempari Botol kangen band yang tampil dengan telanjang dada itu, atau menyama-nyamakan muka orang dengan beberapa teman kita dan waktu itu kita menemukan orang yang sangat mirip degan taupik, emil, dian dan banyak lagi, tapi ndak ada yang mirip nuran, jancooook koen ran (mengumpat lagi)

Dan akhirnya konser usai tanpa kesan…. Ya, tanpa kesan, Cuman satu yang perlu diucapkan,

JANCOOOOOOK KOEN RANNNNN!!!!



*Jember 6 mei 2011, 00.25 (hamper 3 tahun setelah kejadian) 
Sambil mendengarkan lagu-;agu skid row, tapi juga diselingi d’ masiv
“jancooook koen ran”
*maaf kalo ada yang salah ingatan saya tidak begitu kuat…..

1 komentar: